Kamis, 17 Oktober 2013

Aku dan Rasaku



terdiam ku dalam lamunan di senja yg menangis ini...
dingin menusuk lewat pori2 kulitku menambah mendungnya langit hari ini...

dalam kesendirian ku meratapi hidup yg dibagiNya untukku...
syukurlah batinku akan hidup yang ada ini...

namun lebih dalam kuselami apa yg terjadi...
aku telah kehilangan sesuatu yg berharga...
alasan...tujuan...harapan...

aku telah kehilangan semuanya semenjak itu...

dan rasa ini..hati ini...
tak pernah sebeku ini sebelumya...
terbujur kaku dalam luasnya samudera kesendirian yg tak pernah kubayangkan dulu...
bgitu banyak yang tak ternilai dan aku menyia-nyiakan itu...

begitu banyak momen emosional namun hati ini tak juga luluh tergetar olehnya...
telah hilangkah rasa itu?

rasa yg dulu mampu beri ku kebahagiaan dalam pahitnya hidup...
dan kau pun muncul dgn sejuta pesona terpancar dlm dirimu...
sesuatu yg dulu kuanggap hanya cahaya semu layaknya pantulan sang surya...
sesuatu yg tak cepat kutangkap ada dlm dirimu...

dan semuanya tampak sudah terlambat...selalu terlambat bagiku...
bagimana caranya....untuk menggapai pesonamu...
ajari aku....
ingatkan aku akan seuatu yg lama kulupakan...
sadarlah dirimu akan diri yg lemah dan berkekurangan ini...
bahwa aku disini...ingin untukmu tak peduli apa yg terjadi...
hanya untukmu...
aku sadari aku jauh dari sempurna bahkan cukup pantas...
namun inilah diriku dan prinsipku...
mampulah kau pastinya meluluhkan kebekuan ini utk selamanya..

jadi datanglah padaku...dan cairkan hatiku yg beku...
dan kita hadapi semua bersama dgn penuh slg pengertian dan rasa kebersamaan....

Rabu, 16 Oktober 2013

Surat Cintaku Untukmu



Kalau aku harus menggadaikan-Nya demi persahabatan kita. Maka biarlah putus persahabatan ini.

Kalau aku menggadaikan-Nya demi cintamu. Maka biarlah aku hidup hanya dengan cinta-Nya.

Kalau aku menggadaikan-Nya demi kuasa. Maka biarlah aku hidup bersahaja

Kalau aku harus menggadaikan-Nya demi harta. Maka biarlah aku hidup sederhana.




Semua yang kumiliki,kuperjuangkan,kukejar tak lebih hanya fana dibanding janji kekal-Nya. Katakanlah aku keras kepala atau kaku, namun Tuhanku tak bisa ditawar. Aku disini karena Tuhan. Aku bernafas karena izin-Nya. Aku hidup dari berkah-Nya.
Saat aku kehilangan sesuatu dalam hidupku aku kembali pada-Nya yang selalu ada untukku. Saat aku sepi sungguh Ia ada disampingku. Saat aku rindu sungguh Ia memelukku. Saat aku ragu sungguh Ia memegang bahuku. Berkali-kali aku berpaling muka dari perintah-Nya tak ada habis ampunan dari-Nya. Saat dunia ini kutinggalkan hanya Ia pegangan yang ada. Berani apa aku mengingkarinya??
Bukannya aku takut akan kuasa-Nya. Namun aku kagum akan keagungan-Nya. Aku kagum bagaimana Ia mengkristal dalam hati ini. Aku kagum bagaimana Ia membuat raga ini akan selalu merindukan-Nya. Aku kagum besarnya cintanya padaku yang penuh dosa. Aku penasaran dibuat-Nya. Apa yang akan Ia beri saat aku menjadi lebih baik.